Hampir setiap proyek website dimulai dengan cara yang sama.
Pertemuan pertama, klien membawa daftar. Isinya biasanya panjang: ada blog, ada galeri proyek, ada versi bahasa Inggris, ada halaman testimoni, ada live chat, ada area login untuk klien, ada popup penawaran. Semuanya masuk akal satu per satu. Semuanya pernah dilihat di website perusahaan lain.
Dan hampir selalu, setahun kemudian, sebagian besar dari daftar itu tidak pernah dipakai.
Ini bukan salah siapa-siapa. Kalau Anda tidak setiap hari mengurus website, wajar kalau daftar keinginan disusun dari apa yang terlihat bagus, bukan dari apa yang akan benar-benar Anda kerjakan. Tapi ada satu hal yang jarang disampaikan di awal, dan itu yang membuat daftar panjang jadi mahal.
Fitur yang tidak dipakai bukan berarti gratis
Anggapan umumnya, fitur tambahan itu netral. Kalau tidak dipakai ya sudah, diam saja di sana, tidak mengganggu.
Kenyataannya dia menagih di tiga tempat.
Yang pertama, waktu pengerjaan. Anggaran dan jadwal proyek itu jumlahnya tetap. Setiap fitur yang masuk daftar mengambil porsi dari sesuatu yang lain. Sistem multi-bahasa yang dikerjakan dua minggu adalah dua minggu yang tidak dipakai untuk memperbaiki halaman layanan halaman yang justru paling sering dibuka calon pelanggan.
Yang kedua, perawatan. Setiap fitur adalah bagian yang bisa rusak. Plugin perlu diperbarui, sistem login perlu dijaga keamanannya, formulir perlu dicek apakah emailnya masih masuk. Fitur yang tidak dipakai tetap ikut antre saat ada pembaruan sistem, dan tetap jadi celah kalau lupa diurus.
Yang ketiga, beban halaman. Ini yang paling sering luput. Live chat, popup, dan slider masing-masing membawa kode sendiri yang harus dimuat browser pengunjung. Satu dua tidak terasa. Enam sekaligus, di ponsel kelas menengah, mulai terasa berat dan yang menanggungnya adalah calon pelanggan Anda, bukan Anda yang membukanya dari laptop kantor.
Tiga jebakan yang paling sering terjadi
Blog yang tidak pernah diisi. Ini juara bertahannya. Blog dibuat karena katanya bagus untuk Google, lalu terisi tiga artikel di bulan pertama dan berhenti. Dua tahun kemudian, pengunjung membuka menu Blog dan melihat tulisan terakhir bertanggal 2024. Efeknya justru terbalik dari yang diharapkan perusahaan jadi terlihat berhenti beroperasi. Tidak punya blog sama sekali lebih aman daripada punya blog yang mati.
Versi bahasa Inggris tanpa pembaca berbahasa Inggris. Multi-bahasa berarti setiap perubahan konten harus dikerjakan dua kali, selamanya. Kalau Anda memang melayani klien asing, ini investasi yang benar. Kalau dibuat karena "biar terlihat internasional", yang terjadi biasanya versi Inggrisnya berhenti diperbarui dan lama-lama isinya berbeda dari versi Indonesia.
Area login yang tidak ada penghuninya. Portal klien terdengar profesional. Tapi dia butuh seseorang yang membuatkan akun, mengurus lupa password, dan memastikan datanya aman. Kalau di perusahaan Anda belum ada orang yang jelas bertugas untuk itu, fiturnya akan jadi pintu yang tidak pernah dibuka.
Sebenarnya company profile cuma perlu tiga hal
Kalau disederhanakan, website company profile punya tugas yang cukup sedikit.
Bisa ditemukan saat orang mencari nama atau bidang usaha Anda. Bisa meyakinkan orang yang sudah sampai di sana bahwa Anda benar mengerjakan apa yang Anda klaim lewat portofolio, penjelasan layanan, dan legalitas yang jelas. Dan bisa dihubungi tanpa pengunjung harus mencari-cari.
Tiga itu saja. Kalau ketiganya sudah kokoh, sisanya adalah tambahan yang boleh ada dan boleh tidak.
Website yang mengerjakan tiga hal itu dengan sangat baik hampir selalu lebih berguna daripada website yang mengerjakan dua belas hal dengan setengah hati.
Satu pertanyaan sebelum Anda menyetujui daftar fitur
Ambil daftar keinginan Anda, dan untuk setiap barisnya, tanyakan satu hal:
"Siapa di kantor ini yang akan mengisinya, dan seberapa sering?"
Kalau jawabannya jelas ada nama orangnya, ada frekuensinya fitur itu layak dibuat. Kalau jawabannya "nanti kita atur", biasanya artinya tidak akan pernah diisi.
Ini bukan soal membuat website semurah mungkin. Ini soal memastikan anggaran yang sudah Anda keluarkan mendarat di bagian yang benar-benar dilihat calon pelanggan, bukan di fitur yang cuma dibuka sekali waktu serah terima proyek.
Guta