Bannernya sudah jadi dan hasilnya bagus. Warnanya menarik, pesannya jelas, tombolnya mengundang. Iklan dipasang, dan orang benar-benar mengkliknya.
Lalu mereka mendarat di beranda website perusahaan Anda, dan di detik itu juga, sebagian dari mereka pergi.
Yang putus bukan iklannya. Yang putus sambungan antara iklan dan tempat orang mendarat.
Dua pekerjaan yang hidup di ruangan berbeda
Ini hampir tidak pernah karena kelalaian. Penyebabnya struktural.
Iklan dibuat minggu ini, untuk kampanye yang jalan bulan depan, oleh orang yang fokusnya menarik perhatian. Website dibuat dua tahun lalu, oleh pihak lain, untuk kebutuhan yang berbeda. Keduanya dikerjakan dengan benar di wilayah masing-masing.
Yang tidak pernah ada adalah orang yang duduk dan mengecek apakah keduanya terasa seperti berasal dari perusahaan yang sama.
Padahal di situlah calon pelanggan Anda berpindah, dan perpindahan itu berlangsung kurang dari dua detik.
Empat sambungan yang paling sering lepas
Tampilannya berubah. Banner pakai warna oranye menyala dengan foto produk berlatar gelap. Halaman tujuannya putih bersih dengan foto kantor. Secara teknis tidak ada yang salah, tapi pengunjung butuh waktu sepersekian detik untuk memastikan dia tidak salah klik. Keraguan sesingkat itu sudah cukup untuk membuat sebagian orang menekan tombol kembali.
Isinya melebar. Banner bicara tentang satu layanan spesifik. Halaman tujuannya beranda yang bicara tentang dua belas layanan sekaligus. Orang yang tadinya sudah tahu dia mau apa, sekarang harus mencari sendiri di antara menu.
Bahasanya berganti. Banner pakai kalimat pendek dan langsung. Halaman tujuan pakai kalimat panjang bergaya profil perusahaan. Rasanya seperti ditelepon seseorang yang ramah, lalu disambungkan ke mesin penjawab.
Tawarannya hilang. Ini yang paling merugikan. Banner menjanjikan sesuatu yang konkret, misalnya konsultasi tanpa biaya atau penawaran khusus bulan ini. Lalu di halaman tujuan, kata itu tidak muncul sama sekali. Orang datang membawa satu harapan yang jelas, dan tidak menemukan jejaknya di mana-mana.
Beranda hampir tidak pernah jadi tujuan yang tepat
Ini keputusan yang paling sering diambil tanpa dipikirkan, karena beranda adalah alamat yang paling gampang disalin.
Tapi beranda dirancang untuk orang yang belum tahu apa-apa tentang Anda. Isinya sengaja luas, menjelaskan semuanya sedikit-sedikit, memberi banyak pintu.
Orang yang mengklik iklan Anda kondisinya berlawanan. Dia sudah tahu apa yang dia cari, karena iklan Anda baru saja memberitahunya. Mengirim dia ke beranda sama saja dengan menyuruhnya mulai lagi dari awal.
Halaman tujuan yang baik cukup satu halaman yang membahas persis apa yang dijanjikan banner, dan menyediakan satu cara jelas untuk menghubungi Anda. Tidak perlu mewah. Yang penting nyambung.
Tiga hal yang harus sama
Kalau membuat halaman khusus untuk setiap kampanye terasa terlalu jauh, ada versi minimalnya. Pastikan tiga hal ini identik antara banner dan halaman tujuan.
Warna dominannya. Kalau banner Anda oranye, halaman tujuannya harus punya oranye yang sama di tempat yang terlihat.
Kalimat utamanya. Judul besar di halaman tujuan sebaiknya mengulang kalimat yang ada di banner, kalau bisa kata per kata. Ini terasa berlebihan saat dikerjakan, tapi buat pengunjung, itu tanda bahwa dia sampai di tempat yang benar.
Tawarannya. Apa pun yang dijanjikan banner harus muncul di layar pertama halaman tujuan, tanpa perlu digulir.
Tiga hal itu bukan pekerjaan besar. Tapi sangat jarang dikerjakan, karena tidak ada yang merasa itu bagiannya.
Cara mengeceknya, dua menit
Ambil ponsel Anda, lalu klik iklan Anda sendiri seperti orang biasa. Jangan pakai laptop, karena hampir semua orang yang melihat iklan Anda ada di ponsel.
Setelah halaman terbuka, hitung berapa detik sampai Anda menemukan hal yang tadi dijanjikan iklan.
Kalau lebih dari lima detik, atau kalau Anda harus menggulir untuk menemukannya, sambungannya memang putus. Dan yang mengalami hal yang sama adalah setiap orang yang sudah Anda bayar untuk datang ke sana.
Guta